Pemerintah Impor Daging Kerbau dari India, Pengamat: Jangan Lupakan Peternak Rakyat!

 

 

Ali Usman, Sekretaris Jenderal Pusat Penelitian dan Advokasi Pangan Pertanian, mengatakan, kebijakan impor daging sapi India tidak berdampak signifikan terhadap penurunan harga daging sapi lokal dan harus dievaluasi. Padahal, menurut dia, harga justru mendorong kenaikan harga daging di dalam negeri.

“Sistem tata niaga perlu diperbaiki tidak hanya dari sisi konsumen, tetapi juga dari sisi peternak, produsen, masyarakat. Selama rantai pasok fasilitas minimal, biaya pemeliharaan sapi masih tinggi, jadi harga Daging Sapi final masih tinggi bagi konsumen.”

Omong-omong, melalui Kementerian Pertanian sebenarnya pemerintah sedang menggarap Swasembada Daging Kerbau (PSDS) terbaru hingga Shikomandan (produk andalan Daging Sapi andalan) terbaru.

Meski menerapkan program terkait, Indonesia masih mengimpor daging kerbau India dan daging sapi dari Brasil, menurut Ali, karena defisit daging sapi masih cukup besar.

Upaya ini telah berlangsung selama lebih dari satu dekade, tetapi tidak dapat memenuhi keseimbangan sapi potong yang semakin defisit di tengah konsumsi yang relatif stagnan.

Ia menyarankan agar sistem informasi pangan dibangun dengan satu data yang terkait dengan pasokan dan permintaan daging sapi. Agar pemerintah tidak hanya mengetahui data produksi tetapi juga jumlah peternak dan ternaknya di setiap daerah, angka konsumsi berbagai daerah, dan peternakan itu sendiri, pasokan bahan baku pakan, biaya produksi dari memasok Benih dari data ke sistem rantai pasokan.

Alhasil, data tentang harga daging yang diterima konsumen ditampilkan secara transparan.

Makmun, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Sesdit, PKH Kementerian Pertanian), mengatakan populasi sapi terbesar ada di Jawa Timur 4,8 juta, Jawa Tengah 1,8 juta, NTB 1,2 juta, Sulawesi Selatan 1,4 juta dan beras NTT. bidang. 1.1 ekor. Di sisi lain, partisipasi konsumsi Indonesia relatif stagnan.

Tren harga daging sapi akan terus meningkat pada tahun 2021. Sejak Januari 2017 hingga Januari 2022, harga rata-rata daging sapi tingkat produsen cenderung naik dari Rp41.861 menjadi Rp49.570 per kg bobot badan. Di sisi lain, rata-rata harga daging sapi di tingkat konsumen kini sudah mencapai rupiah. 118.900 per kg

Mr McMoon lebih jelas menyatakan bahwa perkembangan barang-barang impor dari tahun 2019 ke tahun 2021 mengalami peningkatan populasi karena masih kurangnya kebutuhan, tetapi keseimbangannya semakin memburuk dari tahun ke tahun. Volume impor setara daging pada tahun 2022 sekitar 266.065 ton.

Padahal, produksi dalam negeri justru meningkat. Artinya, meningkat sebesar 0,10% dari 2019 hingga 2020, meningkat 4,56% dari 2020 hingga 2021, dan meningkat 3,13% dari 2021 hingga 2022.

 

Selama ini program Shikomandan untuk meningkatkan populasi domestik telah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia dengan tetap menjaga kelestarian sumber daya genetik, namun di daerah terbuka telah terjadi perkawinan dengan jenis lain.

Ia berharap corporate village yang dirancang oleh pemerintah dan stakeholders akan didukung oleh pendanaan dan investasi serta APBN dan APBD.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *