Tak Cuma Pertalite, Beli LPG Subsidi Bakal Pakai MyPertamina

PT Pertamina (Persero) merencanakan akan mengaplikasikan peraturan pemakaian MyPertamina pada pembelian Liquid Petroleum Gas (LPG) nantinya. Ini sama dengan yang hendak diterapkan pada pembelian Solar dan Pertalite per 1 Juli 2022.

Direktur Marketing Regional PT pertamina Patra Niaga, Mars Ega Ikhlas menjelaskan, mekanisme yang serupa akan diaplikasikan dalam pembelian LPG itu nantinya. Dia akui, berkaitan pola ini sudah terlebih dahulu dilaksanakan eksperimen oleh Pertamina.

Dalam eksperimen yang diartikannya itu, pangkalan data yang dipakai ialah Data Terintegrasi Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dipunyai pemerintahan. Minimal, ada 6 tahapan eksperimen yang sedang dilaksanakan oleh Pertamina.

Walau demikian, berkaitan ketetapannya, dia akan kembalikan ke pemerintahan. Apa tetap merujuk pada data DTKS atau mengaplikasikan mekanisme registrasi lewat MyPertamina.

“Tetapi saya kemablikan ke ppemerintah, apa pemerintahan tetap memakai data DTKS atau pemerintahan akan memakai pola seperti BBM yang me-register, warga di-register. Kelak kita sebagai tubuh usaha sesuaikan,” jelasnya.

Untuk dipahami, pemerintahan akan mengawali eksperimen pembelian BBM tipe Solar dan Pertalite dengan dicatat oleh MyPertamina. Maknanya, calon konsumen perlu terlebih dahulu mendaftar data diri dan data kendaraannya ke situs MyPertamina.

Kemudian, data itu akan diverifikasi oleh lembaga berkaitan. Bila disepakati, calon yang menerima akan memperoleh QR Kode sebagai bukti kelaikan pembelian bahan bakar bersubsidi baik Solar atau Pertalite.

Merujuk pada bahan paparan Ega, ada 6 tingkatan eksperimen berkenaan pemakaian MyPertamina dalam pembelian LPG bantuan. Dijumpai, LPG bantuan ini sebagai LPG memiliki ukuran 3 kg. Dia akui, eksperimen sudah usai sampai tahapan 3.

Rinciannya, Tahapan 1 mengikutsertakan 5 kota/kabupaten, 86 pangkalan, 18.828 KPM, sama waktu eksperimen minggu kedua Maret sampai minggu kedua April, Tarik KPM DTKS 9.237 KPM, tambahan yang menerima eksperimen 0, tarik pangkalan 100 %, tarik KPM DTKS 49 %, transaksi bisnis evoucher 1 sejumlah 100 %, transaksi bisnis evoucher 2 sejumlah 100 %.

Tahapan 2 mengikutsertakan 5 kota/kabupaten, 116 pangkalan, 12.999 KPM, waktu eksperimen minggu keempat Maret – minggu ketiga April, Tarik KPM DTKS 6.749 KPM, tambahan yang menerima eksperimen 2.210 yang menerima, tarik pangkalan 100 %, tarik KPM DTKS 52 %, transaksi bisnis evoucher 1 sejumlah 100 %, transaksi bisnis evoucher 2 sejumlah 100 %.

Tahapan 3 mengikutsertakan 8 kota/kabupaten, 146 pangkalan, 16.627 KPM, waktu eksperimen minggu kedua Mei – minggu kedua Juni, Tarik KPM DTKS 12.309 KPM, tambahan yang menerima eksperimen 7.777, tarik pangkalan 100 %, tarik KPN DTKS 74 %, transaksi bisnis evoucher 1 sekitar 99 %, transaksi bisnis evoucher 2 sekitar 98 %.

Tahapan 4 mengikutsertakan 5 kota/kabupaten, 82 pangkalan, 12.492 KPM, waktu eksperimen minggu ke-1 Juni – minggu keempat Juni, Tarik KPM DTKS 8.397 KPM, tambahan yang menerima eksperimen 3.5.13, tarik pangkalan 100 %, tarik KPN DTKS 70 %, transaksi bisnis evoucher 1 sejumlah 83 %, transaksi bisnis evoucher 2 sejumlah 82 %.

Tahapan 5 mengikutsertakan 6 kota/kabupaten, 112 pangkalan, 35.660 KPM, waktu eksperimen minggu kedua Juni – minggu kedua Juli, Tarik KPM DTKS 8.555 KPM, tambahan yang menerima eksperimen 1.130, tarik pangkalan 95 %, tarik KPN DTKS 46 %, transaksi bisnis evoucher 1 sejumlah 39 %, transaksi bisnis evoucher 2 sejumlah 35 %.

Tahapan 6 mengikutsertakan 5 kota/kabupaten, 96 pangkalan, 18.307 KPM, waktu eksperimen minggu ke-1 Juli – minggu keempat Juli, Tarik KPM DTKS 1.239 KPM, tambahan yang menerima eksperimen 257, tarik pangkalan 92 %, tarik KPN DTKS 39 %, transaksi bisnis evoucher 1 sejumlah 13 %, transaksi bisnis evoucher 2 sejumlah 11 %.

Harus dipahami, dalam rencana melakuka limitasi pendistribusian supaya pas target, pemerintahan akan mengawali eksperimen pembelian Pertalite dan Solar lewat registrasi terlebih dahulu ke situs MyPertamina. Nanti, data yang diberi customer akan diverifikasi oleh pemerintahan untuk tentukan kelaikan membeli bahan bakar tipe itu.

Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial dan Trading PT Pertamina (Persero) akan lakukan eksperimen pembelian BBM bantuan pertalite lewat mekanisme Mypertamina di 5 propinsi mulai 1 Juli 2022.

Direktur Khusus Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, menjelaskan sekarang ini Pertamina Patra Niaga terus perkuat infrastruktur dan kesisteman untuk memberikan dukungan program pendistribusian Pertalite dan Solar dengan tepat target ini.

“Diperkirakan, eksperimen awalnya akan dilaksanakan di sejumlah kota/kabupaten yang menyebar di 5 propinsi diantaranya Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta,” terang ia lewat info tercatat di Jakarta, Senin (27/6/2022).

Ia menjelaskan jika pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bantuan, sebagai salah satunya amanah yang dikasih ke Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial dan Trading PT Pertamina (Persero) dalam rencana penuhi keperluan energi yang dapat dijangkau untuk warga.

“Dalam salurkan BBM bantuan ada ketentuannya, baik dari segi paket atau jumlah atau dari segi segmentasi pemakainya. Sekarang ini, fragmen pemakai Solar bantuan ini telah ditata, dan Pertalite segmentasi pemakainya masih terlampau luas. Sebagai tubuh usaha yang jual Pertalite dan Solar, kami harus taat, pas target dan pas paket dalam salurkan BBM yang dibantu pemerintahan,” terang ia

Sebagai BBM bersubdisi, pendistribusian Solar dan Pertalite penempatan ini ditata oleh peraturan, diantaranya Ketentuan Presiden No. 191/2014 dan Surat Keputusan (SK) BPH Migas No. 4/2020.

“Kami mempersiapkan web MyPertamina, yaitu https://subsiditepat. mypertamina.id/ yang dibuka pada 1 Juli 2022. Warga yang berasa memiliki hak memakai Pertalite dan Solar bisa mendaftar datanya lewat web ini, untuk selanjutnya menanti apa kendaraan dan identitasnya terverifikasi sebagai pemakai yang tercatat. Mekanisme MyPertamina ini akan menolong kami dalam menyamakan data pemakai,”

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *